Thursday, 8 September 2016

Permainan Label untuk Umat Islam

(Merespon Kasus Video Mahasiswa #UI #TolakAhok - Part 1)

oleh: Fika M. Komara

Jika label "KAFIR" itu dinilai berbau SARA dan melanggar HAM, maka tentu ALLAH Swt pelanggar SARA dan HAM terberat??? Nah Lho??!! Ironi negeri Muslim terbesar di Indonesia, hanya karena video seorang mahasiswa UI yang menolak "pemimpin kafir", kalangan liberal lantas kebakaran jenggot dan bernafsu MEMBUNGKAM label 'kafir' itu karena dianggap berbau SARA, sektarian, barbar, terbelakang, tidak ilmiah, dan lain sebagainya.

Inilah paradoks dan hipokritnya kalangan masyarakat kampus pembebek Barat dan media pemuja nilai Sekuler Liberal, mereka lebih gandrung label/cap/stigma buatan "pujaan hati" mereka yakni pemikir-pemikir neo-conservative Barat yang sering memetak-metak umat Islam dengan label buatan mereka : "moderat", "fundamentalis", "teroris". "radikal". DIBANDINGKAN label/cap dari sang Khaliq dari risalah Nabiyullah Muhammad Saw. Dalam beberapa ayat di Surat al Maidah sangat jelas bahwa gelar "Kafir", "zhalim, 'Fasiq", "Mukmin" adalah gelar resmi yang diberikan Allah Tuhan semesta alam, yang memiliki standar kategorisasi yang jelas. Lantas kenapa sekarang disubordinasi dengan standar HAM dan SARA?

Sesungguhnya penamaan/cap/labelisasi adalah strategi yang digunakan oleh pelaku Ideologi tertentu dalam melakukan konstruk identitas sesuai dengan kepentingan ideologi mereka. Strategi ini memiliki akar epistemologi sendiri, sesuai ideologi mereka. ISLAM tentu berbeda dengan BARAT. Persis seperti yang diungkap oleh Louay Safy dalam papernya _Blaming Islam_ , yang mengekspos upaya kelompok neocon di AS dalam melakukan permainan label melawan Islam _(labelling game against Muslims)_ untuk memecah belah kekuatan umat Islam.

Mahasiswa Muslim perlu terus waspada dengan serangan narasi dan permainan label ini, sadarilah bahwa ini tidak lepas dari agenda setting secara global. Lawan dengan narasi dakwahmu!

#tolakpemimpinkafir
#PenggerakOpini
#PenaBercakrawala
#muslimahnegarawan
#lawanopiniliberal

No comments:

Post a Comment